Lompat ke isi utama

Berita

DATA PENGAWAS AD-HOC BERDASARKAN USIA PADA PEMILU TAHUN 2019

Bawaslu kota singkawang sudah mempersiapkan serangkaian persiapan dalam menuju pemilu tahun 2024, salah satunya dan perdana adalah melakukan analisa kebutuhan panwas adhoc secara berjenjang. ” Yang dilakukan adalah Analisa terkait pengawas adhoc pada saat pemilu 2019 “, ujar Kordiv SDMO Datin yang juga sebagai koordinator PPID Bawaslu Kota Singkawang, Rubi ismayanto diruang kerjanya.

Analisa ini dianggap penting, selain berguna untuk memetakan kebutuhan seluruh tingkatan, juga sebagai gambaran bahwa efektifitas kinerja yang pernah dilakukan selama tahapan di pemilu 2019. Hal ini nanti menjadi pemetaan bahwa kerja-kerja yang sudah baik, itu tidak terlepas dari beberapa aspek, misalnya terkait usia, pengalaman, pendidikan, fisik yang prima dan lainnya.

Perdana ini yang akan disampaikan untuk di publish di web/laman internal kami adalah terkait berapa jumlah dan usia rata-rata pengawas adhoc secara berjenjang. Hal ini untuk diketahui bersama buat masyarakat juga dalam rangka keterbukaan informasi. Nanti berkelanjutan dipublish tidak hanya kebutuhan pengawas adhoc tetapi juga hasil pengawasan dan kerja-kerja yang telah dilaksanakan selama ini. Ungkapnya.

Laman PPID akan kita aktifkan dan hidupkan dengan  tampilan hasil-hasil kerja yang telah dilakukan, sebagai informasi ke masyarakat untuk diketahui bahwa inilah yang telah dilakukan oleh pengawas pemilu selama ini.

Pada pemilu 2019, jumlah pengawas tingkat kecamatan sebanyak 15 orang di lima kecamatan, 26 pengawas kelurahan yang tersebar di 26 kelurahan dan 673 pengawas TPS yang tersebar disetiap TPS. Berdasarkan aturan yang ada bahwa usia minimal pengawas ad hok adalah diatas 25 tahun dan pada pemilu Tahun 2019 kemarin dari 714 orang pengawas adhok diberbagai tingkatan, terdapat 516 orang pengawas adhok diusia rata-rata 25 sampai 40 tahun, 189 orang pengawas adhok berada diusia diatas 40 Tahun sampai 60 tahun dan terdapat 9 orang pengawas adhok diusia diatas 60 Tahun. Hal ini menggambarkan bahwa 98,7% pengawas adhok  pada pemilu sebelumnya berada diantara usia 25 sd 60 Tahun dan hanya 1,3 persen berada diusia diatas 60 Tahun.

Faktor usia dan didukung kesehatan yang prima menjadi penentu efektifitas kerja-kerja pengawasan sejak dimulainya tahapan sampai proses pungut hitung. 2 point diatas menjadi gambaran didalam mempersiapkan pengawas adhok kedepan, sehingga kerja-kerja pengawasan dapat didukung secara maksimal dan dapat meminimalisir potensi-potensi yang tidak kita inginkan.

Penulis : Rubi